INILAH.COM, Jakarta - Nama Tomy Winata menghiasi media massa beberapa hari terakhir ini, menyusul pemberitaan koran Australia. Ia disebut sebagai anggota Sembilan Naga (9 Naga).
Mengutip Wikileaks, koran The Age dan Sydney Morning Herald menyebutkan pemilik grup Artha Graha itu sebagai anggota geng Sembilan Naga. Tidak dijelaskan apa dan siapa kelompok Sembilan Naga ini. Beberapa tahun lalu ada satu film Indonesia yang isinya soal kriminalitas berjudul: 9 Naga
"Saya bingun dari mana istilah Sembilan Naga itu. Mereka mungkin terkesima dengan cerita-cerita lucu atau dongeng silat," ujar Tomy Winata kepada pers yang dia undang khusus untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan koran Australia itu.
Tomy Winata menyebut penulis laporan itu sebagai memiliki imajinasi terlalu tinggi mengenai dirinya, sehingga menganggapnya memiliki kekuatan atau kekuasaan yang besar di dunia bisnis.
"Bisnis saya semuanya ada di Indonesia. Tak ada perusahaan di luar negeri, bahkan deposito saya pun tak ada di luar. Rumah pun tak ada di luar negeri. Ada satu di Singapura untuk anak sekolah dulu, sekarang sudah saya berikan ke anak saya."
Kegiatan sehari-hari saya pun terbatas di Hotel Borobudur. Setelah makan siang, kata Tomy Winata, dirinya tak pernah meninggalkan Borobudur.
"Tuduhan itu mengada-ada, tendensius, dan mengadu domba," ujarnya.
Tomy Winata sudah melayangkan surat bantahan kepada The Age dan mengundang redaksi koran itu untuk berdiskusi mengenai semua tuduhannya itu.
Mengutip Wikileaks, koran The Age dan Sydney Morning Herald menyebutkan pemilik grup Artha Graha itu sebagai anggota geng Sembilan Naga. Tidak dijelaskan apa dan siapa kelompok Sembilan Naga ini. Beberapa tahun lalu ada satu film Indonesia yang isinya soal kriminalitas berjudul: 9 Naga
"Saya bingun dari mana istilah Sembilan Naga itu. Mereka mungkin terkesima dengan cerita-cerita lucu atau dongeng silat," ujar Tomy Winata kepada pers yang dia undang khusus untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan koran Australia itu.
Tomy Winata menyebut penulis laporan itu sebagai memiliki imajinasi terlalu tinggi mengenai dirinya, sehingga menganggapnya memiliki kekuatan atau kekuasaan yang besar di dunia bisnis.
"Bisnis saya semuanya ada di Indonesia. Tak ada perusahaan di luar negeri, bahkan deposito saya pun tak ada di luar. Rumah pun tak ada di luar negeri. Ada satu di Singapura untuk anak sekolah dulu, sekarang sudah saya berikan ke anak saya."
Kegiatan sehari-hari saya pun terbatas di Hotel Borobudur. Setelah makan siang, kata Tomy Winata, dirinya tak pernah meninggalkan Borobudur.
"Tuduhan itu mengada-ada, tendensius, dan mengadu domba," ujarnya.
Tomy Winata sudah melayangkan surat bantahan kepada The Age dan mengundang redaksi koran itu untuk berdiskusi mengenai semua tuduhannya itu.























Established in 1863, the casino in Monte Carlo is the most famous location in the world for roulette, poker and blackjack. Despite competition from Las Vegas and online casinos,
Pertama-tama saya menginap di sebuah hotel, berehat dan hanya kemudian saya pergi ke kasino. Setelah saya lulus resepsi dan saya berdaftar, saya berjalan melewati semua jadual. Dalam perjalanan saya menukar jumlah wang yang diperlukan ke dalam token. Aku memilih meja di mana ia dimainkan oleh batas-batas yang paling menguntungkan untuk bermain di sistem saya. Namun saya tidak duduk langsung ke meja tapi aku pergi ke arah bar di mana saya menempah kopi dan air mineral. Saya menolak minuman alkohol secara radikal. Sementara saya minum kopi dan air saya menonton dan menilai semua situasi saya boleh menonton. Berapa banyak pemain yang ada di mana meja, memaparkan, dealer … Jika dia lebih muda atau lebih tua, seorang lelaki atau wanita. Pada dasarnya, ini adalah seperti permainan seperti di Bond 007 – untuk meneka tempat untuk duduk dan tidak diganggu.

















